Sosialisasi dan Praktik Pembuatan Komposter Galon sebagai Upaya Pengolahan Sampah Organik di Desa Sikayu

Desa Sikayu — Kelompok KKN melaksanakan kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan komposter galon bersama ibu-ibu PKK Desa Sikayu pada Senin, 3 Agustus 2026, bertempat di Balai Desa Sikayu. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga, khususnya sampah organik. Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada cara sederhana yang dapat dilakukan dari lingkungan rumah untuk membantu mengurangi permasalahan sampah yang belum dikelola secara optimal.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai berbagai jenis sampah yang dihasilkan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta diperkenalkan pada perbedaan antara sampah organik dan anorganik serta pentingnya melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Pemahaman mengenai jenis dan karakteristik sampah menjadi langkah awal agar masyarakat dapat menentukan cara pengelolaan yang sesuai dan tidak langsung membuang seluruh sampah rumah tangga.
Dalam penyampaian materi, kelompok KKN juga menjelaskan bahwa sampah organik rumah tangga seperti sisa makanan, sayuran, dan bahan organik lainnya masih dapat diolah kembali. Sampah organik yang tidak dikelola dengan baik dapat terus menumpuk dan menambah jumlah sampah yang harus dibuang. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengolahan yang sederhana dan dapat diterapkan oleh masyarakat secara mandiri di lingkungan rumah tangga.
Salah satu alternatif yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah komposter galon. Komposter galon merupakan metode pengolahan sampah organik yang memanfaatkan wadah galon sebagai tempat berlangsungnya proses penguraian bahan organik. Penggunaan wadah yang sederhana diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk menerapkan pengolahan sampah organik tanpa membutuhkan peralatan yang rumit.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan komposter galon. Ibu-ibu PKK diajak untuk mengikuti tahapan pembuatan mulai dari menyiapkan wadah hingga memasukkan bahan-bahan organik ke dalam komposter. Praktik secara langsung ini dilakukan agar peserta tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mengetahui langkah-langkah yang dapat dilakukan ketika membuat dan menggunakan komposter di rumah.
Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Sikayu ini mendapat perhatian dari peserta karena memberikan pengetahuan sekaligus pengalaman praktis mengenai pengolahan sampah organik. Melalui praktik tersebut, ibu-ibu PKK diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam mengelola sampah organik yang berasal dari aktivitas rumah tangga. Pengelolaan yang dilakukan sejak dari rumah juga diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang mendukung upaya pengurangan sampah di lingkungan Desa Sikayu.
Kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan komposter galon ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal dalam mengurangi jumlah sampah organik rumah tangga di Desa Sikayu. Dengan melakukan pemilahan dan pengolahan sejak dari sumbernya, sampah organik yang sebelumnya hanya dibuang dapat diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Upaya sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh masyarakat diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kebersihan dan pengelolaan lingkungan desa.
Melalui kegiatan ini, kelompok KKN berharap pengetahuan mengenai pengolahan sampah organik tidak berhenti pada saat sosialisasi saja, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Keterlibatan ibu-ibu PKK diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak dalam penerapan pengelolaan sampah dari lingkungan rumah tangga. Dengan adanya kesadaran dan kebiasaan untuk memilah serta mengolah sampah, Desa Sikayu dapat terus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.